Puskesmas Mertoyudan II Kabupaten Magelang terus
berkomitmen meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui berbagai program
inovatif. Salah satu terobosan unggulan yang telah diterapkan adalah Program
AKZI GEMAS (Atasi Kekurangan Gizi untuk Generasi Emas), sebuah inovasi
pelayanan publik yang berfokus pada pencegahan dan penanganan kekurangan gizi
balita melalui pemberdayaan masyarakat. Masalah stunting dan kekurangan
gizi masih menjadi tantangan di Kabupaten Magelang. Berdasarkan
data Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2022, terdapat 0,93% balita
bergizi buruk, 7,64% balita bergizi kurang, serta 7,11% balita pendek atau
sangat pendek.
Masalah ini disebabkan oleh banyak faktor, antara lain pola
asuh yang kurang tepat, rendahnya pengetahuan ibu tentang gizi seimbang, dan
minimnya konsumsi protein hewani pada balita. Kondisi tersebut mendorong
lahirnya inovasi AKZI GEMAS sebagai solusi nyata berbasis masyarakat.
AKZI GEMAS merupakan intervensi gizi terpadu selama 90 hari yang
menggabungkan edukasi, pendampingan keluarga, dan pemberian makanan tambahan
bergizi tinggi terutama dari sumber protein hewani seperti telur dan
ikan lokal. Program ini diinisiasi oleh Anis Diniarti Sholikhah, A.Md.Gz,
tenaga gizi Puskesmas Mertoyudan II, dan telah diimplementasikan
sejak Agustus 2023 di Desa Bondowoso.
Program ini melibatkan kader posyandu, petugas
kesehatan, serta ibu balita secara aktif melalui kegiatan:
- Pelatihan
Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) bagi kader.
- Kelas
edukatif untuk ibu balita mengenai gizi seimbang dan pengolahan bahan
pangan lokal.
- Pemberian
lauk hewani sebagai tambahan makanan selama 90 hari.
- Monitoring
kesehatan rutin oleh dokter, bidan, dan petugas gizi Puskesmas setiap
bulan.
- Pendampingan
keluarga oleh kader posyandu agar praktik pengasuhan berlanjut
setelah program selesai.
Tujuan utama AKZI GEMAS yaitu mencegah dan menurunkan angka kekurangan gizi balita, meningkatkan praktik pengasuhan dan pemberian MP-ASI yang tepat, membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya protein hewani bagi tumbuh kembang anak. Manfaat nyata yang dirasakan di lapangan, antara lain meningkatnya berat dan tinggi badan balita serta perbaikan status gizi pada sebagian besar peserta program. Dengan pencapaian tingkat partisipasi mencapai 100% dari 13 sasaran balita. 30% balita mengalami peningkatan status gizi (dari pendek menjadi normal). 15% balita meningkat berat badannya dari kategori kurang ke normal. Selain itu, praktik pemberian MP-ASI di rumah mengalami perbaikan signifikan dalam hal frekuensi, tekstur, dan kandungan gizinya. Beberapa keunggulan dari program ini antara lain: Berbasis pemberdayaan masyarakat, melibatkan kader dan keluarga secara aktif; Pendekatan aplikatif dan berkelanjutan, menggunakan bahan pangan lokal yang mudah dijangkau; Monitoring dan evaluasi ketat, dengan hasil yang terukur; Pendekatan holistik, tidak hanya pada perbaikan gizi, tetapi juga peningkatan perilaku pengasuhan dan ketahanan pangan keluarga.
Melihat hasil yang positif, AKZI GEMAS akan terus dikembangkan dan diperluas ke desa lain di wilayah kerja Puskesmas Mertoyudan II. Program ini diharapkan dapat menjadi model inovasi pelayanan kesehatan masyarakat yang inspiratif, mendukung target nasional dalam penurunan stunting, serta melahirkan generasi Magelang yang sehat, cerdas, dan tangguh.